Legenda Yang Tidak Pernah Bermain di Piala Dunia II

Legenda Yang Tidak Pernah Bermain di Piala Dunia II – Piala Dunia merupakan turnament sepakbola yang ingin diikuti semua pemain sepakbola. Bahkan beberapa dari mereka rela melakukan apa saja untuk bisa mengikuti turnament yang bergengsi ini. Namun tahukah anda , ada beberapa pemain sepakbola yang tidak pernah main di piala dunia. Berikut kami rangkum pemain legenda nan hebat yang tidak pernah bermain di piala dunia , antara lain :

  1. Ryan Giggs
    Ryan Giggs
    Apa yang bisa dikatakan lagi mengenai kontribusi pria asal Wales ini untuk satu-satunya klub yang ia bela sepanjang kariernya, Manchester United? Andai dia tidak lahir satu generasi dengan David Beckham, mungkin dia benar-benar akan mendapatkan pengakuan yang jauh lebih layak. Becks memang kelewat menyedot perhatian di eranya bersama United.Giggs mempersembahkan dua trofi Liga Champions dan 13 titel Premier League dengan kontribusi besar dari sayap kiri dalam 963 penampilan bersama Setan Merah, sebuah jumlah penampilan yang sepertinya belum akan dilampaui dalam waktu dekat oleh pemain United manapun saat ini.Mewakili Wales, Giggs menjalani debutnya pada 1991 dan memilih pensiun pada 2007, sebuah keputusan yang diakuinya dilakukan demi memperpanjang usia karier sepakbolanya. Selama 16 tahun mewakili Wales, Giggs tak sekali pun membawa negaranya lolos ke Piala Dunia. Sepertinya itu tugas yang terlalu berat untuk dipikulnya sendirian.
  2. George Weah
    George Weah
    Serie A adalah panggung sepakbola terbaik pada 1990an dan kedigdayaan kompetisi tersebut salah satunya terwakili dengan sempurna oleh nama George Weah yang terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA edisi 1995 setelah kesuksesannya bersama AC Milan.Striker kelahiran 1 Oktober 1951 itu juga dikenang dengan salah satu insidennya dengan bek Porto, Jorge Costa pada November 1996. Weah diketaui meninju wajah pemain asal Portugal tersebut karena, menurut pengakuannya, melont ejekan rasis kepada dirinya. Tuduhan Weah tidak terbukti, bahkan tak satu pun rekannya di Milan yang mengakui mendengar ejekan yang dituduhkan Weah kepada Costa.Pria yang sekarang aktif di dunia politik ini akhirnya meminta maaf kepada lawannya itu, namun permintaan maafnya ditolak karena Costa merasa sudah tercemari nama baiknya dan Weah sendiri mendapatkan skorsing enam laga oleh UEFA. Konyolnya, Weah masih menerima penghargaan Fair Play Award di tahun tersebut.Weah sendiri terlalu menonjol untuk ukuran negaranya, Liberia, yang memang tidak pernah berhasil lolos ke Piala Dunia.
  3. Eric Cantona
    Eric Cantona
    Jika Anda saat ini berusia 30 tahun ke atas, pada pertengahan 1990an Anda pasti sudah cukup matang untuk mengetahui sebuah tren tengah berkembang di kalangan suporter Manchester United. Banyak di antara mereka memilih untuk tidak melipat kerah baju atau seragam yang mereka kenakan saat santai atau ketika sedang bersekolah. Tren itu lahir karena Eric Cantona, maestro Setan Merah di era tersebut.Pria Prancis itu memiliki pengaruh yang begitu besar hingga banyak yang bersedia mengikuti gayanya tersebut dan insiden tendangan kung fu ke suporter Crystal Palace akan selalu menjadi bahan pembicaraan yang tidak pernah basi untuk dibahas.Sayangnya, insiden itu bisa dikatakan menghabisi peluang Cantona untuk mencicipi Piala Dunia. Skorsing yang dijatuhkan kepada Cantona untuk insiden yang terjadi pada Januari 1995 tersebut juga termasuk larangan bermain di level internasional. Timnas Prancis yang tengah membangun kembali kekuatan mereka di bawah kepelatihan Aime Jacquet mulai menyandarkan kekuatan tim pada pemain-pemain baru seperti Zinedine Zidane dalam persiapan menuju Euro 1996.Jacquet sendiri sebenarnya menunjuk Cantona sebagai kapten, namun ketika sang striker mendapatkan skorsing, di saat bersamaan Jacquet justru menemukan formula tim yang lebih pas tanpa kehadiran Cantona. Jadi ketika Prancis berhasil mengangkat trofi pada 1998 di negeri mereka sendiri, Cantona tidak berada di sana.

You May Also Like