Legenda Sepakbola Yang Tidak Mendapat Penghargaan

Legenda Sepakbola Yang Tidak Mendapat Penghargaan – Setiap sosok lengenda sepakbola , pastinya akan dikenang maupun dihargai oleh para fans atau klub yang dibela semasa aktif sebagai pemain.

Bahkan ada beberapa legenda sepakbola yang tidak medapatkan penghargaan ketika masih aktif bermain. Sebut saja beberapa nama seperti Ryan Giggs , John Terry , Frank Lampard , Xavi Hernandez , Ronaldinho , Philipp Lahm yang merupakan dereta nama legenda sepakbola yang pastinya selalu mendapat penghormatan saat kembali ke klubnya masing – masing maupun di negara asalnya.

  • Matt Le Tissier – Bagi pencinta sepakbola sejati, terutama sepakbola Inggris, mungkin sosok nama yang satu ini tidak asing untuk didengar, terutama di era pertengahan 90-an.
    Ya, pemain yang dulunya akrab disapa Le God ini berposisi sebagai playmaker memiliki kecepatan menggiring bola yang luar biasa, serta sangat pintar dalam memberikan umpan nan akurat. Pria asal Inggris tersebut dikenal sebagai pahlawan dan legenda bagi klub Liga Primer Inggris, Southampton. Tercatat, Le God sukses mencetak 161 gol dalam 443 penampilan di seluruh kompetisi bersama So’ton. Di luar lapangan, ia juga terkenal akrab dengan banyak orang, terutama bagi mereka para fans Southampton. Sayangnya, sosok yang kini telah berusia 48 tahun dikabarkan sering menghabiskan waktunya di pub atau diskotik dan banyak minum alkohol. Alhasil, dirinya pun mulai tidak disukai oleh para fans Soton karena menganggap ia tidak mengembangkan bakatnya sebagai pesepakbola. Kontribusi golnya untuk klub pun seakan tertutupi oleh sikapnya di luar lapangan, sehingga dirinya tidak heran tidak mendapatkan penghargaan, bahkan tidak dianggap sebagai legenda Southampton. Saat ini, Matt Le Tissier juga termasuk dalam bagian komentator sepakbola di beberapa televisi olahraga Inggris, termasuk Sky Sports.
  • Ruud Krol – Timnas Belanda telah banyak memiliki nama-nama tenar, seperti Johan Cruyff, Marco van Basten, Edwin van der Sar, Ruud Gullit, dan Ruud van Nistelrooy. Dalam beberapa tahun silam, para pencinta sepakbola Belanda tentunya tidak akan melupakan nama-nama tersebut.Namun harus diakui, jika ada juga beberapa nama yang memiliki kontribusi maksimal bagi mereka di kancah internasional, salah satunya adalah Ruud Krol.

Saat masih aktif bermain, Krol merupakan pemain yang berposisi sebagai bek kiri. Namun, dirinya juga bisa ditempatkan sebagai bek tengah, bek kanan, maupun gelandang bertahan, termasuk gelandang serang. Mampu menempati di segala posisi serta mempunyai kualitas permainan yang bagus, tentu membuat dirinya selalu disenangi oleh siapapun pelatihnya. Krol juga yang menghabiskan karier persepakbolaannya bersama Ajax Amsterdam. Sayangnya, nama Krol kalah tenar dengan beberapa kompatriotnya, sehingga keberadaannya pun tidak terlalu dianggap banyak orang sebagai legenda sepakbola Belanda. Padahal dapat dikatakan Ruud Krol juga berperan besar dalam membawa Timnas Belanda menjadi finalis Piala Dunia 1978 silam.

  • Jari Litmanen – Satu lagi sosok mantan pemain Ajax Amsterdam yang berjasa, namun keberadaannya tidak dianggap sebagai sosok legenda. Padahal, Litmanen mampu mencetak 91 gol dalam 159 penampilan bersama Ajax di periode pertama dan turut membantu klub Ibu Kota Belanda tersebut meraih gelar Liga Champions di tahun 1995 silam. Sayangnya, karena sering terbekap dengan cedera, karier Litmanen mulai meredup dan namanya pun mulai dilupakan, apalagi ia juga sering pindah klub dan performanya juga tak kunjung membaik. Ditambah, adanya beberapa nama pemain Belanda yang justru bersinar saat dirinya cedera, seperti Marc Overmars, Clarence Seedorf, dan Frank Rijkaard yang membuat namanya semakin menghilang. Situasi inilah yang membuat kontribusi dan peranan pria asal Finlandia ini tidak dianggap sebagai salah satu legenda Ajax Amsterdam.
  • Gunter Netzer – Dapat dikatakan, jika Gunter Netzer merupakan sosok legenda sepakbola yang dilupakan dengan alasan yang kurang masuk akal.Ya, Netzer menghabiskan kariernya di klub Bundesliga Jerman, Borussia Monchengladbach. Ia juga sukses memberikan 2 gelar Bundesliga untuk Monchengladbach selama dua musim beruntun, yakni di musim 1969/70 dan 1970/71. Tidak hanya itu, dirinya juga berhasil persembahkan gelar DFB-Pokal di musim 1972/73.Dua gelar Bundesliga ini membuat klubnya mampu mematahkan dominasi Bayern Munchen, yang kala itu juga diperkuat dua pemain bernama besar, seperti Franz Beckenbeuer dan Gerd Muller.Pada tahun 1974, ia pindah ke Real Madrid dan Gunter juga turut menyumbangkan dua delar La Liga Spanyol (1974/75 dan 1975/76) serta Copa del Rey (1973/74, 1974/75).Dia juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Jerman sebanyak dua kali. Uniknya, Guten Netzer yang mengalami penurunan performa dan tidak dapat mengembangkannya lagi membuat keberadaannya langsung dilupakan begitu saja.

 

  • Carlos Dunga
    Siapa yang tidak kenal sosok yang satu ini? Dalam beberapa tahun terakhir, Dunga mungkin lebih dikenal sebagai pelatih Timnas Brasil.Namun, bagi kebanyakan orang awam, pastinya tidak mengetahui jika Dunga pernah memiliki peranan yang sangatlah penting dalam menjaga keseimbangan permainan Timnas Brasil.Ya, Dunga dikenal sebagai pemain yang dapat merusak atau mematahkan serangan yang dibangun oleh tim lawan. Mempunyai tackle yang keras tapi bersih, agresif, serta kuat dalam duel fisik dengan pemain lawan membuat Dunga juga berandil besar dalam memberikan gelar Piala Dunia untuk Timnas Brasil di Piala Dunia 1994 silam.Hanya saja, Dunga yang dulunya berposisi sebagai gelandang bertahan ini memiliki nasib yang sama seperti Ruud Krol. Dirinya kalah tenar dengan beberapa pemain Brasil lainnya, sehingga membuat nama Dunga tidak terlalu dianggap.

baca juga :

Legenda Sepakbola Fiorentina
Daftar Legenda Sepakbola Inter Milan
Legenda Sepakbola Juventus – 1
Legenda Sepakbola Juventus – 2
Legenda Sepakbola Arsenal – 1
Legenda Sepakbola Arsenal – 2

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.