Pemain Naturalisasi di Indonesia

Pemain Naturalisasi di IndonesiaPemain Naturalisasi di Indonesia – Setelah menghabiskan beberapa tahun berjuang di kancah internasional, tim nasional Indonesia mengambil trik dari buku Singapura.

Beberapa pemain bintang di liga domestik dinaturalisasi, begitu pula para pemain yang memiliki darah Indonesia dari nenek moyang mereka, dalam upaya memperluas kumpulan talenta tingkat atas yang tersedia untuk seleksi di skuad Indonesia.

Baca Juga Artikel kami Lainnya di Pemain Asing Luar Biasa di Indonesia

Pemain Naturalisasi di Indonesia

Diego Michiels

Diego menjadi pemain naturalisasi pertama yang bermain di skuad Indonesia U-23 saat menjadi bek kiri di SEA Games 2011, saat Indonesia kalah melawan Malaysia di final. Sejak itu, Diego menjadi sibuk dengan penampilan televisi dan agenda publisitasnya saat ia mulai berkencan dengan aktris muda Indonesia, yang menyebabkan penurunan penampilannya.

Namun, musim ini ia kembali ke performa terbaiknya, memimpin Borneo FC masuk tujuh besar sebagai kapten tim.

Cristian Gonzales

Terpilih sebagai penyerang utama pada Piala AFF 2010, penyerang asal Uruguay tersebut merupakan pelopor pemain naturalisasi di Timnas Indonesia.

Dia bermain sangat bagus di turnamen itu, dan gol krusialnya membawa Indonesia ke final. Gonzales juga merupakan pemain yang selalu bertahan, karena meski kini berusia 42 tahun, ia memimpin tim divisi dua PSS Sleman dalam perburuan slot promosi Liga 1.

Stefano Lilipaly

Setelah melakukan debut internasionalnya pada 2013, kehadiran Stefano Lilipaly semakin penting selama bertahun-tahun. Meski lahir dan dibesarkan di Belanda, ia memenuhi syarat untuk masuk timnas karena warisan Indonesia dari ayahnya.

Dia adalah pemain kunci di Asian Games 2018, mencetak empat gol dan empat assist hanya dari lima pertandingan. Satu fakta menarik, Stefano adalah adik dari Tonnie Cussell Lilipaly, gelandang naturalisasi lainnya yang gagal tampil mengesankan selama karir singkatnya bersama tim nasional.

Alberto “Beto” Goncalves

Pemain naturalisasi terbaru bersama Esteban Vizcarra, Beto mengawali karirnya bersama Timnas Indonesia di Asian Games 2018. Dia mencetak 4 gol di sana, dan dalam dua pertandingan persahabatan terakhir dia mencetak dua gol dan mencatatkan banyak assist.

Beto juga kemungkinan besar terpilih sebagai striker utama di Piala AFF akhir tahun ini.

Ilija Spasojevic

Pria kelahiran Montenegro yang biasa dipanggil “Spaso” itu merupakan striker utama timnas Indonesia sebelum Beto datang. Dia adalah striker ‘fox-in-the-box’ yang memiliki positioning dan finishing yang baik.

Musim lalu ia memenangkan Liga 1 bersama Bhayangkara FC, memainkan peran penting setelah bergabung dengan klub pada pertengahan musim, dan tahun ini kembali memperebutkan gelar bersama Bali United.

Pemain sepak bola asli Indonesia yang bermain di luar negeri

1. Syaffarizal Mursalin Agri (Al Khor junior)

Seorang pesepakbola berbakat dari Indonesia lahir di Qatar. Namanya Syaffarizal Mursalin. Saya yakin dia tidak pernah masuk radar memandu bakat-bakat REAL MADRID.

Namun ia telah berhasil unggul di Liga Negara FIFA peringkat # 95 (Indonesia peringkat # 137 per Januari 2010). Pemain berpostur 172 cm dan berat 65 kg itu menjadi pemain inti klub junior Al Khor.

Di kompetisi junior (U-14) Qatar, dia sudah mencetak 15 gol. Karena dinilai pemain asing berbakat termasuk Farri, Qatar mengontrak calon sentralisasi latihan Aspire.

Ini merupakan program jangka panjang Qatar untuk membina pemain berbakat yang punya prospek bisa dinaturalisasi menjadi pemain nasional Qatar.

Masa sayang rasanya jika talenta muda diklaim, Qatar
Padahal kebangsaan itu juga Indonesia.

2. Febrianto Wijaya (VfB Stuttgart)

Abraham Wijaya tergabung dalam klub anggota Bundesliga Jerman, VfB Stuttgart. Saat Paman Abraham bernama Pieter Witono dan seorang pebisnis asal Jerman yang juga pengurus Stuttgart, Kurt Walter Jurgen bertemu Pieter iseng mengajak pemandu bakat Stuttgart melihat Lapangan Abraham Karebosi, berlatih di Makassar.

Tak disangka, Walter langsung tertarik dengan prestasi permainan ala Abraham Abraham. Di kancah sepakbola junior memang cukup mengilap.
Awalnya dia hanya berlatih di SSB MFS 2000 lalu memperkuat Liga U-14 tahun lalu, lalu naik kasta ke U-16 dan U-17.

3. Irvin Museng (FC Omniworld)

Irvin Museng adalah pesepakbola muda dari Makassar. Turunannya adalah ketika Irvin dan kawan-kawan yang tergabung di Makassar Football School (MFS) tampil sebagai juara theDanone Cup tingkat nasional tahun 2005.

Sebagai juara, MFS menjadi Wakil Piala Dunia Indonesia Danone U-12 di Lyon, Prancis, pada September 2005. Penampilan Irvin di turnamen ini ternyata luar biasa.

Dia berhasil mencetak 10 gol teratas. Prestasi ini mengundang perhatian banyak talenta, termasuk pemandu dari ClubAjax Amsterdam. Namun proses perekrutannya sendiri tidak mudah.

Butuh waktu berbulan-bulan untuk meyakinkan Ajax hingga akhirnya menyerahkan surat resmi untuk merekrut Irvin pada Februari 2006. Saat itu usia Irvin baru 13 tahun.

Kini meski resmi berstatus Ajax, Irvin sempat dipinjamkan ke klub divisi dua FC Omniworld, Belanda.

4. Riyandi Ramadhana Putra (Boavista)

Angky Ramadhana Putra alias (17), salah satu pemain di bawah 21 tahun Pelita Jaya menjalani kontrak dua tahun dengan Klub asal Boavista Rio De Janeiro, Brasil itu kembali ke tanah air untuk mengisi liburan akhir tahun yang diberikan Klub.

Menurutnya, setelah berlatih selama 4 bulan, mulai 25 Januari nanti, akan memperkuat Tim Junior Vista Boza Turnmaen Carioca, turnamen Divisi III di Brazil.

Angki menuturkan, dalam klubnya pemain berusia 17 tahun ke atas dianggap mahir, porsi latihan basic engineering jadi tidak banyak yang diberikan. “Jadi kami mengincar praktik sendiri sambil belajar melalui game yang lebih menonjolkan game individu,” kata Angky.

Rencananya, tim junior akan memperkuat Angki Boavista untuk mengarungi ajang bertajuk Liga Karibia 29 Januari – 9 Mei 2009. Kompetisi tersebut akan melibatkan beberapa tim mapan di Brasil seperti Flamengo dan Fluminense.

Dalam kompetisi skala nasional, di divisi kompetisi berjuang Boavista 3. Namun, kompetisi regional di Rio De Janeiro yang didirikan pada tahun 1961, tim itu bisa dicap sebagai wakil karena bersaing di kasta tertinggi, divisi utama thekompetisinya disebut Carioca .

5. Reggy Jakaria (Almania Sittard)

Dia bukan keturunan Indonesia – pemain Belanda seperti kebanyakan pemain – pemain sepak bola di Belanda yang kita kenal. Namun yang asli adalah Reggy Indonesia dan khususnya berasal dari kota Cirebon. Nama lengkapnya adalah Reggy Jakaria Reggy.

Mendengar sambutan dari ayahnya, semangat Reggy untuk membantu memajukan soccerhas Indonesia sudah sangat terlihat dari ia mengajak dirinya berlatih dan sekolah khusus olah raga dan khususnya lapangan sepak bola di Belanda.

Reggy saat ini bermain untuk sebuah klub di Sittard bernama Almania Sittard dan posisinya sebagai pemain sayap kanan.

6. Rigan Agachi (FC. Gecdrop Houta Boras)

Rigan Agachi, menyatakan tidak menutup kemungkinan membela salah satu klub Indonesia dan juga klub-klub nasional ‘merah putih’. Apalagi Indonesia memang nyata.

Pemain Klub Boras Houta Gecdrop yang tergabung dalam Divisi 1 Liga Belanda sepertinya tidak ingin kembali bermain di Indonesia dalam waktu dekat karena karirnya masih bagus di Belanda.

Pria yang berayahkan Agachi Sukabumi dan ibu asli Jakarta ini memang terlihat antusias bisa kembali ke Tanah Air. Dia masih ingin dan telah membela raja-raja nasional Indonesia.